Waspada Terhadap Rekan Kerja yang Kerap Playing Victim

0
270
Waspada Terhadap Rekan Kerja yang Kerap Playing Victim

Waspada Terhadap Rekan Kerja yang Kerap Playing Victim – Dalam dunia kerja tentu saja banyak sekali tantangan. Bila anda menemukan lingkungan kerja serta rekan kerja yang tulis dan saling mendukung, anda harus bersyukur. Meskipun nyatanya dalam dunia kerja banyak sekali rekan kerja yang tidak sehat atau biasa di bilang sebagai toxic.

baca juga : Tips untuk Menghadapi Rekan Kerja yang Selalu Mengandalkan

Apalagi rekan kerja yang kerap playing victim. Mereka selalu merasa paling disakiti padahal itu hanya perasaan mereka saja. Anda perlu berhati-hati dengan rekan kerja yang seperti ini.

Berikut ini rekan kerja yang harus anda waspadai karena playing victim

Pura-Pura Tertindas

Bicara soal Playing Victim, pasti ada saja rekan kerja yang begini salah satunya adalah selalu merasa tertindas. Merasa yang paling tersakiti, padahal ia hanya ingin dikasihani saja. Lingkungan kerja selalu sering ketemu yang seperti ini, setiap perusahaan setidaknya pasti ada saja yang begini.

Melempar Kesalahan Kepada Orang Lain

Melempar kesalahan kepada orang lain meskipun itu kesalahannya sendiri juga salah satu sifat playing victim. Orang yang melakukan ini biasanya ingin lepas dari tanggung jawab dan seakan-akan dia juga tidak tahu dan tidak merasa bersalah. Sifat rekan kerja seperti ini perlu di hindari, sebab ia sendiri berusaha untuk melindungi diri sendiri. Dia hanya memikirkan keuntungan diri sendiri dan rela mengorbankan orang lain agar dia tidak terkena imbasnya.

Haus Akan Pujian

Selalu ingin dipuji, ini salah satu dari sifat playing victim juga. Dalam dunia kerja, pasti ada saja karyawan yang ingin menguntungkan diri sendirinya saja, ingin selalu di puji agar terlihat si paling pintar dalam dunia kerja. Perilaku rekan kerja seperti ini perlu dihindari.

Suka Menghasut Orang Lain

Dalam berdiskusi baik itu soal pekerjaan atau tidak, pasti bisa saja timbul gosip antar karyawan, baik itu si playing victim yang memulai ataupun orang lain. Dan ketika terjadi gosip antar karyawan, pasti pelaku playing victim ini akan selalu membuat sebuah fitnah yang membuat karyawan lainnya jelek dan berusaha agar teman-teman ini mempercayainya.

Tidak hana karyawan lain, tapi terkadang juga bisa menghasut untuk membenci atau bahkan mengomong hal yang jelek soal atasan. Bila anda terseret dalam percakapan seperti ini, anda harus dapat menunjukkan sifat profesional dan juga ketenangan, bila merasa apa yang ia katakan salah, biarin saja.

Suka Menjelekkan Satu Tim Agar Ia Terlihat Lebih Unggul

Sebenarnya tidak hanya soal satu tim, bisa juga berlaku untuk tim-tim lain. Rekan kerja yang playing victim ini pasti akan selalu meninggikan derajat dia seakan-akan dia yang paling berkuasa, dan bahkan selalu mengumbar-umbar prestasinya dalam project, baik itu keberhasilan dia ataupun keunggulan dari dirinya agar membuat orang lain terlihat buruk atau berada dibawahnya. Dengan demikian, orang-orang pun akan lebih berfokus padanya dibandingkan rekan lainnya.

Keberadaan rekan kerja yang playing victim sesungguhnya banyak sekali di lingkungan kerja. Terkadang ada yang berpura-pura baik tapi berakhir menusuk anda di belakang. Jadi anda perlu hati-hati dalam memilih rekan kerja, bila anda merasa ada yang selalu playing victim maka anda harus tetap profesional dan bersikap biasa saja.