5 Hal yang Harus Diperhatikan Para Digital Marketing di Tahun 2023

0
434
5 Hal yang Harus Diperhatikan Para Digital Marketing di Tahun 2023

5 Hal yang Harus Diperhatikan Para Digital Marketing di Tahun 2023 – Seperti yang kita ketahui, tren digital marketing selalu berubah-ubah. Begitu pula pada tahun 2023 nanti yang dimana akan ada tren-tren baru, salah satunya di dunia digital marketing. Untuk anda yang berkutat di dunia tersebut, penjelasan dibawah ini mungkin dapat membantu anda dalam menghadapi 2023.

Baca Juga : Prediksi Tren Media Sosial di Tahun 2023

5 Hal yang Harus Diperhatikan Para Digital Marketing di Tahun 2023

Tren user-generated Content (UGC) yang berubah

User-generated content (UGC) saat ini memang menjadi parameter bagi para digital marketer. Hal ini karena UGC dianggap efektif untuk anda yang sedang membangun akun media sosial, terutama untuk brand.

Sayangnya, kini tren UGC telah berubah seiring dengan generasi Z yang memahami UGC dengan definisi yang berbeda. Saat ini tren UGC telah beralih kepada content creator yang mampu menghasilkan konten video yang menarik perhatian target pasar.

Hashtag yang tergantikan oleh SEO

Dilansir dari Hootsuite, SEO dikatakan akan menggantikan hashtag di masa depan. Hal ini juga didukung oleh riset internal Google yang menyebutkan bahwa 40% pengguna di rentang umur 18-24 tahun menggunakan mesin pencari melalui media sosial.

Riset internal Hootsuite juga mengatakan bahwa caption media sosial kini disusun berdasarkan kata kunci meningkatkan reach 30% lebih besar daripada hashtag.

Hal ini membuktikan bahwa media sosial kini harus dapat menyusun strategi dengan lebih mengutamakan kata kunci atau keyword pada setiap kontennya.

Caption pada video-based content menjadi sangat penting

Video-based content seperti reels di Instagram ataupun TikTok memang masih menjadi tren pada tahun 2023. Namun hal yang tak kalah penting adalah penggunaan caption pada konten berbasis video tersebut.

Dilansir dari data yang dimiliki Hootsuite, 80% dari pengguna media sosial menonton video hingga habis bila menggunakan caption. Sebaiknya juga gunakan caption dengan keyword yang menarik dan tepat pada detik-detik pertama.

Customer service yang menjadi lebih penting

Tren berikutnya datang dari bagian customer service di media sosial. Dilansir dari Talkwalker, 75% konsumen menyatakan bahwa perilaku dan preferensi mereka berubah selama pandemi, salah satunya adalah urgensi dalam hal waktu.

Hal ini berarti konsumen kini menginginkan pelayanan dan interaksi yang lebih cepat dengan brand. Jika brand tidak mampu memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap dalam melayani keluhan atau pertanyaan, maka brand akan kehilangan kepercayaan.

Solusinya adalah dengan menyediakan dukungan customer service yang memadai dan dapat menawarkan solusi dari masalah pengguna, terutama pengguna dari media sosial untuk membangun kepercayaan.

Prioritaskan komunitas

Sudah saatnya bagi para brand untuk lebih terhubung dengan komunitas brand-nya melalui media sosial. Daripada hanya fokus pada persona, komunitas brand yang lebih besar dan luas kini lebih menjadi prioritas.

Tujuannya tak lain adalah untuk mendapatkan insight dan data yang lebih banyak terkait ekosistem konsumen. Dengan begitu, brand akan lebih paham karakteristik konsumen dan produk apa yang cocok untuk ditawarkan.