Bahayanya Menjadi “Yes Man” Dalam Perusahaan

0
413
Bahayanya Menjadi “Yes Man” Dalam Perusahaan

Bahayanya Menjadi “Yes Man” Dalam Perusahaan – Mengerjakan segala hal yang diminta oleh atasan merupakan hal yang wajar. Bahkan terkadang bisa menjadi nilai plus oleh atasan bahwa anda sebagai karyawan ini merupakan karyawan yang rajin. Namun hal ini membuat anda menjadi seorang Yes man.

baca juga : Begini Cara Mengatasi Atasan yang Tidak Bersikap Adil

Yes man sendiri merupakan karakter yang selalu mematuhi, memenuhi dan juga mengikuti perintah atau berbagai permintaan atasan atau rekan kerja. Bahkan permintaan atau perintah ini terkadang bukan dari tanggung jawab anda.

Berikut ini Bahayanya menjadi “yes man” dalam perusahaan :

Jadi Sulit Berkembang

Mungkin anda sering berpikir dengan mengerjakan berbagai hal yang diperintah maka akan menambah skill anda sendiri. Namun pada nyatanya itu akan membuat anda sulit untuk berkembang, dan bahkan karier anda pun akan terhambat.

Bila keseringan “yes man”, kedepannya anda akan sulit untuk bekerja secara mandiri tanpa diperintah orang lain. Lebih parahnya lagi anda akan kebingungan ketika mengerjaka pekerjaan sendiri.

Banyak Hal yang Tidak Bisa Ditangani Sendiri

Karena selalu “yes man”, maka semua pekerjaan menjadi numpuk. Hal ini membuat anda sulit untuk mengerjakan pekerjaan utama anda. Orang-orang pun akan memberikan ekspektasi tinggi kepada anda karena anda dipercaya dapat mengerjakan pekerjaan mereka.

Jangan sampai anda dimanfaatkan oleh rekan kerja ataupun atasan anda dalam perusahaan. Utamakan prioritas pekerjaan anda sehari-hari terlebih dahulu.

Tidak Ada Waktu

Karena selalu dimanfaatkan oleh rekan kerja anda dalam mengerjakan tugas mereka, anda juga akan kehilangan waktu. Sebab anda terlalu sibuk mengerjakan tugas mereka dan berakhir sulit untuk mengerjakan pekerjaan sendiri. Akhirnya ini membuat kompetensi anda dalam bekerja turun karena manajemen waktu anda tidak baik.

Kerja Berlebihan

Bila terlalu sering mengerjakan pekerjaan yang diluar dari kapasitas anda, ada kemungkinan anda akan menjadi kerja berlebihan. Seperti contohnya sering lembur, hal ini cukup buruk untuk kesehatan anda maupun mental anda.

Hasil Tidak Maksimal

Banyaknya pekerjaan yang menumpuk pada anda membuat anda merasa ingin cepat menyelesaikannya semua. Alhasil pekerjaan yang anda kerjakan pun kurang maksimal. Sebab anda sendiri merasa yang penting selesai.

Jadi coba untuk kurangi intensitas kerja, fokuslah pada pekerjaan utama anda terlebih dahulu. Pekerjaan tambahan dari rekan kerja boleh diterima dan dikerjakan tapi bila anda selesai mengerjakan pekerjaan utama anda dulu.

Kondisi Mental Menjadi Buruk

Seringnya menjadi yes man akan memperburuk kondisi mental diri sendiri. Sebab seorang yes man harus bekerja sepanjang hari yang pekerjaan tersebut diluar dari tanggung jawabnya sendiri.

Tentu saja ini akan membuat anda kelelahan baik itu secara fisik atau mental. Bila terlalu sering terjadi, maka yang ada akan terkena burnout dan stress karena pekerjaan.

Nah itu dia bahayanya bila anda selalu “yes man” dalam sebuah perusahaan. Jangan takut untuk berkata tidak ya. Tidak semua hal itu bisa anda kerjakan, tentu saja bila sudah diluar dari tanggung jawab anda, anda boleh saja menolaknya. Utamakan prioritas pekerjaan anda dulu, jangan sampai dieksploitasi oleh rekan kerja ataupun atasan.