4 Cara Sikapi Rekan Kerja yang Tidak Mau Kalah dan Selalu Merasa Benar

0
301
4 Cara Sikapi Rekan Kerja yang Tidak Mau Kalah dan Selalu Merasa Benar

4 Cara Sikapi Rekan Kerja yang Tidak Mau Kalah dan Selalu Merasa Benar – Dalam dunia kerja pastinya kita selalu dilibatkan dengan orang-orang disekitar seperti rekan kerja. Terkadang pekerjaan yang dilakukan juga tidak selalu individu, malah harus dilakukan secara tim. Dalam tim pastinya terdapat beberapa orang yang memiliki pandangan berbeda.

Tentu saja untuk menghadapi ini harus didiskusikan dengan baik agar bisa menghasilkan pekerjaan yang luar biasa. Namun terkadang dalam berdiskusi ini pasti ada saja yang merasa tidak bisa menerima pendapat orang lain dan selalu merasa benar.

baca juga : Cara Bijak Sikapi Atasan yang Toxic

Bahkan dalam pekerjaan pun, ada saja yang tidak mau ngalah dan mengakui kesalahannya, padahal itu sudah jelas-jelas kesalahannya. Ini tentunya akan memancing emosi dan ingin langsung mencaci orang tersebut. Namun sayangnya dalam dunia kerja, kita harus tetap profesional dan tidak boleh terpancing emosi.

Berikut ini 4 cara sikapi rekan kerja yang tidak mau kalah dan merasa selalu benar

Bersiap untuk berargumen

Sebelum debat mengenai perbedaan pendapat, coba lihat dulu dan selidiki penyebab utamanya. Biasanya orang yang selalu merasa benar ini karena merasa ia serba tahu. Terkadang orang yang serba tahu ini terdapat dua jenis, yakni karena sok tahu karena rasa insecure, ada yang memang beneran tahu.

Kemudian coba anda pikirkan apakah anda rela untuk melepas perdebatan ini, apakah lebih penting argumenmu atau hubungan kerjamu. Pastinya kita sebagai karyawan yang profesional harus memikirkan hubungan kerja, sebab bila rasa dendam dan tidak enakan pasti akan membuat pekerjaan kedepannya semakin sulit.

Namun untuk memenangi argumen, sebaiknya anda menyiapkan data pendukung terlebih dahulu agar bisa membuktikan fakta yang ada.

Jangan Pernah Goyah

Dalam berdebat pastinya kita harus mempertahankan sudut pandang kita terhadap lawan. Tapi kita tidak bisa begitu dihadapan orang yang merasa dirinya benar. Solusinya adalah cukup bersikap tenang ketika situasi sudah memanas.

Ambil nafas dan hembuskan, kontrol emosi serta reaksi anda. Sampaikan bahwa anda akan melanjutkan perdebatan ini nanti.

Menjaga Pembicaraan Tetap Tenang

Perhatikan body language anda, bila anda sudah berdiri didepannya dengan tangan bersilang dada, ia akan merasa bahwa diri anda akan menutup diri dengan diskusi yang kalian lakukan. Coba berikan body language yang lebih santai dan nyaman sehingga ia pun bisa menyampaikan pendapatnya dan anda juga bisa menyimaknya.

Coba buat kontak mata dengan rekan kerja anda tersebut, tunjukkan bahwa anda memang menyimak pendapatnya. Tapi kalau kondisi sudah tidak kondusif, maka anda perlu pahami kapan bisa mengakhiri perdebatan tersebut. Pasti ada rasa anda ingin menyerangnya untuk mengakhiri perdebatan tersebut, namun sebaiknya jangan. Tetap tunjukkan profesionalitas anda dan akhiri pembicaraan dengan baik-baik.

Bantu Mereka Untuk Melihat Sisi Lain

Meskipun ia merasa paling benar, tapi ia berhak juga untuk mendengarkan perkataan anda. Sebelum anda memberikan argumen anda, coba berusaha untuk memahaminya dulu. Baru setelah itu, anda jelaskan sudut pandang anda pada rekan kerja anda tersebut.

Jangan selalu membuat argumen menyerang, karena dari awal anda sudah memberikan pertentangan dan ia pasti akan langsung menutup diri. Coba tunjukkan sikap yang profesional dan bahasa terbuka sehingga anda dan rekan kerja anda juga saling mendengarkan pendapat satu sama lain.