Topik-topik Terlarang Saat Melakukan Wawancara Kerja

0
539
Topik-topik Terlarang Saat Melakukan Wawancara Kerja

Topik-topik Terlarang Saat Melakukan Wawancara Kerja – Sesi wawancara kerja selalu menjadi proses yang cukup menegangkan bagi sebagian besar orang. Tak jarang seseorang melakukan kesalahan yang tidak disengaja baik itu dalam mengajukan pertanyaan ataupun saat memberikan jawaban.

Sebenarnya dalam proses wawancara kerja, kamu hanya perlu tenang dan jangan mengungkit topik-topik yang terlarang. Penasaran apa saja itu? Yuk simak langsung berikut ini!

Baca Juga : Manfaat dan Tantangan Intent-Based Marketing

Topik-topik Terlarang Saat Melakukan Wawancara Kerja

Terlalu Antusias soal Gaji

Pembahasan tentang gaji memang penting, namun jangan sampai terlalu antusias sehingga terkesan money oriented. Hal ini sangat tidak dianjurkan, apalagi masih dalam tahap awal wawancara kerja.

Biarkan HRD atau pewawancara yang membuka topik ini dahulu. Kemudian baru kamu utarakan pendapatmu mengenai tawaran gaji yang diberikan.

Ajang Curhat

Topik selanjutnya yang juga sebaiknya dihindari adalah curhat tentang masalah pribadi. Apalagi kalau sampai meminta saran tentang masalah pribadi kamu. Bukannya diterima, bisa-bisa kamu langsung dicoret dari daftar calon karyawan.

Gosip Artis

Terbawa suasana percakapan yang tidak relevan tentu akan merusak citra kamu di hadapan HRD atau pewawancara. Pastinya kamu tidak mau hal tersebut terjadi bukan? Oleh karena itu, hindarilah topik-topik yang tidak relevan atau melantur, misalnya seperti gosip artis dan lain sebagainya.

Kepastian yang Terburu-buru

Topik terlarang berikutnya adalah menanyakan kepastian apakah kamu diterima atau tidak. Terlebih lagi kamu langsung menanyakan kepastian tersebut setelah wawancara atau saat dalam sesi wawancara. Hal ini hanya akan memberikan image bahwa kamu tidak memiliki nilai lebih.

Tipikal Rekan Kerja

Pertanyaan seputar rekan kerja juga sebaiknya tidak ditanyakan saat proses wawancara kerja berlangsung. Hal tersebut memang bukan hal yang penting untuk ditanyakan dan tidak mempengaruhi penilaian terhadap diri kamu. Malahan HRD atau pewawancara akan merasa aneh jika pertanyaan tersebut sampai terlontarkan.